Pembahasan mengenai siapa yang akan terpilih dalam pilpres 8 Juli 2009 ini dan bagaimana perhitungan dengan I-Ching melihat kemungkinan siapa yang akan terpilih sebagai Presiden RI untuk periode 2009-2014 mendatang bisa anda baca di Majalah SINERGI Edisi Juli 2009 (Terbit 5 Juli 2009)

  

Pembahasan lengkap sbb:
Catatan: I-Ching dilakukan pada tanggal 10 Juni 2009 Jam 15:00 s/d 17:00

Hexagram I-Ching untuk perhitungan SBY-MEGA

  


 


Hexagram I-Ching untuk perhitungan SBY-JK

 

Penjelasan

Dalam debat Capres putaran pertama yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta, tampil capres Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. Selama satu setengah jam berlangsungnya acara, ketiga capres memaparkan visi misi, program dan komitmen yang akan dijalankan jika kelak terpilih. Di akhir acara, masing-masing capres memberikan kesimpulan dari acara debat tersebut. Salah seorang capres melontarkan kalimat bahwa dari ketiga capres yang ada disini, siapapun yang nantinya akan terpilih, diharapkan menjalankan komitmen atau janjinya.

Terkait dengan yang terpilih, siapakah sesungguhnya capres yang akan memenangkan pertarungan dalam Pilpres 8 Juli 2009?

Majalah SINERGI INDONESIA menganalisa dari sudut I-Ching, Analisa I-Ching tersebut dihitung berdasarkan Hexagram yang didapat dari beberapa pertanyaan yang diberikan. Dari Hexagram tersebut dapat dibanding peluang masing-masing capres dalam pemilu 8 Juli 2009 yang akan datang. Analisa Hexagram itu sendiri didasari pengaruh dari 5 elemen penting (air, kayu, api, tanah dan logam) dalam I-Ching serta waktu pada saat pertanyaan tersebut ditanyakan.

Nah, untuk mengetahui bagaimana peluang para ketiga capres, terutama dilihat dari I Ching, majalah ini meminta bantuan dari praktisi Feng Shui, Djohar Koh.

Ada beberapa catatan mengenai perhitungan dengan cara I Ching. Menurut Djohar Koh, I Ching tidak membandingkan ketiga capres sekaligus. Sebab katanya, untuk mempermudah perhitungan dan analisa maka dibuat perbandingan 2 capres pada sekali analisa. Untuk 3 capres maka dibutuhkan 2 kali analisa.

Untuk analisa capres yang bertarung dalam pilpres 2009, analisa dilihat berdasarkan unsur-unsur yang mendukung / memperkuat dan melemahkan masing-masing capres. Unsur tersebut adalah kayu, api, tanah, logam, dan air terhadap

Majalah ini meminta bantuan dari Djohar Koh, datang pada hari Rabu tanggal 10 Juni Jam 16.00. Berdasarkan perhitungan, hari tersebut sudah masuk hari anjing dengan unsur tanah dan bulan Juni termasuk bulan kuda (Berunsur api kuat)

 

SBY – Mega

Djohar Koh pertama kali mempertemukan SBY dengan Megawati. Sebelum I-Ching dilakukan sudah terlebih dahulu ditentukan, dimana berdasarkan I Ching nanti, kubu SBY diberi simbol S. Kemudian Megawati diberi simbol O. Dari simbol ini setelah dianalisa, akan muncul siapa sesungguhnya yang lebih unggul atau calon yang lebih kuat?

Dalam I-Ching juga dikenal adanya beberapa istilah P (Power), C (Colleague) , M (Money), I (Intelligent) dan R (Resources)

Karena analisa kita berkaitan dengan pemilu (Kekuasaan/Jabatan), maka P bisa kita artikan Kuasa / Jabatan, C (pendukung), M (Uang), I (Kecerdasan/Ketrampilan Tim sukses) dan R (Track record, sumberdaya partai)

Di I Ching tersebut, dilihat bahwa SBY berada pada garis P (Power = kekuatan) dan M. Ini artinya SBY punya kekuatan yang cukup besar serta mengeluarkan cukup banyak dana untuk kampanye pemilu ini.

Karena M mempunyai elemen tanah dan didukung oleh elemen tanah dari hari I-ching ini dilakukan serta elemen api dari bulan I-Ching ini dilakukan. Berdasarkan teori 5 unsur, Elemen tanah yang didukung oleh elemen tanah dan api akan membuat elemen tanah tersebut makin kuat.

Sementara itu Megawati berada pada garis C yang berunsur kayu dan tidak ada unsur P. Jadi bisa dikatakan bahwa kekuatannya lebih lemah. Berdasarkan teori 5 unsur, Elemen kayu yang bertemu dengan elemen tanah (elemen hari) dan api (elemen bulan) akan membuat elemen kayu tersebut makin lemah

Meski diantara kubu SBY dan Megawati terjadi persaingan cukup ketat, tapi dari perhitungan tersebut bisa disimpulkan kalau SBY punya peluang lebih besar untuk menang.

SBY – JK

Sama seperti perhitungan dengan mempertemukan SBY – Mega di atas sebelumnya ditentukan dahulu. SBY diberi simbol S, sementara JK itu O.

Berdasarkan analisa Djohar Koh, SBY tetap berada di garis P dan berelemen api. Ini artinya SBY tetap masih punya kekuatan besar. Berdasarkan teori 5 unsur, Elemen api memang sedikit dilemahkan oleh elemen tanah (elemen hari) akan tetapi ini hanya bersifat sementara dan elemen api pada garis P ini didukung oleh elemen api (elemen bulan, yang mana elemen api ini akan mempunyai pengaruh yang lama) yang akan membuat elemen api tersebut makin kuat.

Sedangkan O berada pada garis C dengan elemen logam. C ini berarti pendukung. Beliau cukup banyak pendukung tetapi masalahnya elemen C itu elemennya logam, dimana logam cukup lemah. Berdasarkan teori 5 unsur, Elemen logam yang didukung atau diperkuat oleh elemen tanah (elemen hari, namum pengaruh ini hanya sementara) dan Logam akan dilemahkan oleh elemen api (elemen bulan, yang mempunyai efek jangka waktu lama) jadi elemen logam tersebut akan makin lemah.

Dari analisa ini berarti bahwa SBY punya peluang lebih besar untuk unggul dari JK.

Kesimpulannya, SBY dan Megawati, didapat bahwa SBY lebih berpeluang besar/unggul, demikian pula dengan JK dan SBY, dalam perhitungan SBY lebih unggul.

Maka kalau disimpulkan secara umum, kita sudah bisa menebak, siapa yang akan jadi Presiden RI periode 2009-2014 nanti.

Apapun analisa, prediksi, pengamatan dari hongsui ataupun I Ching, sebagai rakyat kita tunggu hasilnya dalam beberapa hari ke depan. Megawati-kah yang berpeluang duduk di kursi RI-1, SBY-kah yang melenggang ke istana atau JK-kah sebagai pemimpin bangsa ini lima tahun ke depan. Andai salah seorang dari ketiga orang tersebut terpilih, jangan pernah melupakan rakyat dan ingat janji, komitmen yang pernah dilontarkan sehingga negara kita Indonesia akan menjadi lebih baik. Semoga

 

Perhitungan I-Ching forecasting Pilpres 2009 Indonesia by Djohar Koh

 

© All rights reserved. Feng Shui Koh. 2008. Privacy policy | Terms of use